Minggu, 27 April 2014

3 PILAR KESUKSESAN MANUSIA

Pengertian Etika


Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan manusia baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika disebut pula akhlak atau disebut pula moral. Apabila disebut “akhlaq” berasal dari bahasa Arab. Apabila disebut moral berarti adat kebiasaan. Istilah moral berasal dari bahsa Latin Mores.

Tujuan mempelajari etika adalah untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu. Etika biasanya disebut ilmu pengetahuan normatif sebab etika menetapkan ukuran bagi perbuatan manusia dengan penggunaan norma tentang baik dan buruk.


dalam bertika manusia memiliki 3 pilar khusus yaitu:
1. ilmu
2. keahlian
3. etika(sebagai pondasi)


Pengertian
1. ilmu
Ilmu adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang untuk lebih mengerti akan suatu hal dengan cara melalui pengajaran. Ilmu bisa diperoleh melaui lingkungan sekitar ataupun di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah, akademi, universitas, ataupun lembaga bimbingan. Ilmu dibagi menjadi dua, yaitu ilmu akademik dan ilmu non-akademik. Ilmu akademik adalah ilmu yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan seperti contoh : Matematika, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu pengetahuan Sosial), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain-lain.
Sedangkan Ilmu non-akademik adalah ilmu yang diperoleh dari aktivitas sehari-hari seperti contoh : Ilmu memasak, memperbaiki sesuatu, ilmu cinta, serta masih banyak lagi ilmu yang tidak menggunakan teori yang lainnya. Ilmu akan dapat membuat seseorang lebih mengetahui akan suatu hal. Dengan adanya ilmu juga diharapkan seseorang bisa lebih cerdas dan terampil dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang ada.
Dengan adanya globalisasi sangat diperlukan adanya penguasaan terhadap ilmu karena setiap orang akan berlomba-lomba untuk berebut lapangan pekerjaan yang disediakan oleh suatu instansi atau industri. Menuntut ilmu juga wajib bagi setiap umat islam. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hadits dan surat dlam Al Qur’an yang mengatur tentang ilmu. Ilmu ada yang berdampak positif namun juga ada yang berdampak negatif. Semua itu tergantung dari niat seseorang untuk menuntut ilmu dan juga jenis ilmu yang dipelajari, Seperti contoh : Ilmu mencopet akan memberi dampak yang negatif karena ilmu tersebut nantinya digunakan untuk mencopet sehingga dapat merugikan orang lain dan juga diri sendiri.
2.keahlian
Skill dan knowledge adalah hal yang berbeda yang terkadang disama-artikan. Memperoleh dan menggunakan skill dan knowledge-pun berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, saya mengamati bahwa semakin banyak orang dengan pola pikir MENGGAMPANGKAN SESUATU yang mereka lihat padahal mereka sama sekali tidak memahami lebih dalam dari pola pikir mereka tersebut. Mungkin mereka merasa sudah tahu banyak? Tetapi sesungguhnya orang yang menggampangkan sesuatu adalah tanda “malas berpikir dan melakukan”. Hubungannya dengan skill dan knowledge adalah, jika seseorang menggampangkan sesuatu, akan sangat sulit memperoleh skill dan juga cenderung mengabaikan knowledge. Ok, yuk kita masuk ke pembahasan lebih lanjut.
Skill (keahlian)
menurut definisi saya adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya spesifik, fokus namun dinamis yang membutuhkan waktu tertentu untuk mempelajarinya dan dapat dibuktikan. Skill apapun dapat dipelajari namun membutuhkan dedikasi yang kuat untuk mempelajari ilmu tersebut seperti perlunya mental positif, semangat motivasi, waktu dan terkadang uang.
Knowledge (pengetahuan)
menurut definisi saya adalah kemampuan seseorang untuk mengenali suatu keadaan berdasarkan persepsi pikirannya. Knowledge seseorang ditentukan oleh apa yang dipelajari dari bahan bacaan, lingkungan pergaulan, pekerjaan dan lain sebagainya. Tapi sayangnya knowledge bukanlah skill jadi seberapa banyak pun Anda tahu, tidak dapat dikatakan Anda mempunyai skill terhadap hal tersebut kecuali Anda take action dan akhirnya menemukan pola tertentu sehingga cara berpikir Anda menjadi sebuah skill. Knowledge itu sendiri sangat mudah didapatkan, apalagi dewasa ini ketika Anda ke internet tinggal searching di google Anda sudah bisa dikatakan dapat mengeksplore knowledge dengan jumlah yang tidak terbatas.
3.etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etikabiasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik denganetika, yaitu:
• •
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Akhlak (Arab), berarti moral, dan etikaberarti ilmu akhlak.

TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

PENGERTIAN BAIK
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif)

PENGERTIAN BURUK
Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku

CARA PENILAIAN BAIK DAN BURUK
Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunism.

PENGERTIAN PROFESI
Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.

ETIKA YANG BENAR DALAM MENUNTUT ILMU
1. Orang yang selalu sabar dan tabah dalam menghadapi semua pelajaran, maka dalam
jiwa Orang tersebut akan tertanam jiwa yang sabar dan tabah menghadapi segala
persoalan yang dihadapinya.
2. Orang yang hormat dan taat pada perintah dan nasehat guru, dalam jiwanya akan
tertanam rasa hormat kepada orang yang lebih tua darinya.
3. Orang yang tidak sombong sama siapapun dan ilmunya.
4. Orang tidak akan buruk sangka terhadap perbuatan orang lain termasuk orang yang
lebih tua.


PROFESIONALISME
Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri-ciri profesionalisme:
1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar